"Ayo segel ! Segel saja! Kita ajari agama. Berhenti melecehkan Buddha," teriak mahasiswa di depan Buddha Bar, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2009).
Mahasiswa lalu menyegel Buddha Bar dengan garis kuning bak garis polisi. Tali itu disilangkan di pintu gerbang dan diberi tulisan "Aliansi Mahasiswa Buddhis Indonesia" dan "Tempat terlarang, dilarang masuk."
"Kalau pemerintah tidak menyegel, kita yang segel. Ini menunjukkan umat Buddha tidak bisa dilecehkan," kata Eko Nugroho, koordinator aksi.
Mahasiswa kemudian bergerak ke Balaikota DKI Jakarta. Selang 10 menit mahasiswa meninggalkan lokasi, keamanan Buddha Bar yang berpakaian safari warna hitam dan coklat mencabut segel itu.
Buka atau tutup nanti malam? "Nggak tahu," elek petugas keamanan.
Buddha Bar tampak sepi pengunjung. Beberapa petugas keamanan tampak berjaga-jaga. (aan/iy)











































