Ayah David, Hartanto Widjaja, menduga isu pencabutan beasiswa sengaja dimunculkan pihak universitas untuk memojokkan anaknya.
"Itu sengaja dimunculkan agar anak saya seolah-olah mempunyai salah," kata Widjaja kepada detikcom melalui telepon, Kamis (5/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal satu semester, paling berapa sih?" komentar Widjaja.
Saat ini pihak keluarga masih terus menunggu hasil investigasi Kepolisian Singapura. Widjaja berjanji akan terus mencari informasi mengenai kematian anaknya.
"Kalau memang penyebabnya jelas tidak masalah, tapi ini semua janggal," tandasnya.
Media Singapura selama ini melansir, pihak universitas telah mengirim 3 kali surat peringatan pada David karena prestasinya menurun. Salah satu surat peringatan ditembuskan ke orangtua David. Namun prestasi David tak juga membaik sehingga beasiswa Asean eks peserta olimpiade matematika di Meksiko itu dicabut 2 pekan sebelum dia tewas.
(ape/nrl)










































