Namun sayang, lembaga pendidikan itu tidak menjelaskan bagaimana sebenarnya David tewas. Pihak Nanyang hanya memaparkan bagaimana prestasi David selama menjadi mahasiswa universitas itu.
"Prestasi David di bidang akademik di bawah standar. Dia telah mendapat 3 kali surat peringatan agar dia memperbaiki nilai akademiknya di ujian mendatang," kata Asisten Direktur Yayasan Nanyang Technological University (NTU) Hisham Hambari dalam rilis kepada detikcom, Rabu (4/3/2009).
Surat peringatan yang juga dikirimkan ke orang tua David itu, dikirim pada 10 Agustus 2007, 22 Januari 2008, dan 18 Agustus 2008. Surat itu juga memberitahu David agar mau memberitahu universitas jika ada persoalan yang berpengaruh pada kuliahnya.
"Dispensasi akan diberikan jika ada alasan yang bisa diterima seperti kondisi medis, depresi, dan masalah keluarga," ujarnya.
Namun ternyata, prestasi David tidak beranjak naik. Akibatnya, beasiswa untuk mahasiswa yang pernah menjadi peserta Olimpiade Matematika itu diputus pada Februari 2009.
"Meski begitu, David tak perlu mengembalikan uang kuliah selama 3 tahun. Tapi setelah beasiswa diputus, biaya kuliah yang harus dibayar David sekitar Sin$ 3.360," kata Hisham Hambari. (ken/gah)











































