Puisi ini diberi judul 'Aku Ketakutan', isinya adalah sbb:
Oh Tuhan, aku takut nanti di yaumil mahsyar kau hukum aku.
Oh Tuhan, aku takut kau permalukan aku di sana, saat itu aku tidak bisa lagi bertobat dan membela diri.
Oh Tuhan, aku takut hukuman yang dituntutkan oleh hambamu ini melebihi yang akan kau berikan padaku nanti.
Oh Tuhan, aku takut tuntutan ini dibarengi oleh nafsu dan kebencian semata.
Oh Tuhan, aku takut asmamu hanya menjadi slogan di bibir hambamu saja.
Oh Tuhan, akut takut tiada lagi keadilan di negeri yang indah dan penuh rahmat selama ini darimu.
Oh Tuhan, aku takut iman dan taqwaku dirampas hambamu.
Oh Tuhan, aku takut dengan azabmu dan hari pembalasanmu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulyan juga menjelaskan, penangkapannya pada Juni 2008 di Plaza Senayan tidak diketahui oleh pihak keluarga. Padahal saat di tempat perbelanjaan itu, ikut juga istri Bulyan dan anak-anaknya.
"Saya suruh mereka pulang terlebih dahulu dengan alasan saya bertemu dengan teman saya dan ada rapat mendadak yang saya harus ikuti," paparnya.
Bulyan juga memohon ampun atas kesalahannya. Begitu juga dengan kekhilafannya, Bulyan minta diberikan maaf.
Anggota Komisi V ini mengaku seperti mimpi saat terpilih sebagai anggota Dewan. Dengan latar belakang pebisnis, tambah Bulyan, bukan hal mudah untuk mengubah sikapnya.
"Secara jujur saya ungkapkan, terjadinya perkara ini sebenarnya di dunia usaha sah-sah saja menerima sesuatu dari pengusaha lain," jelasnya.
(mok/nrl)











































