"Pesawat dinyatakan laik terbang," kata Public Relation Manager Batavia Air Eddy Haryanto dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (4/3/2009).
Eddy mengatakan, pesawat Batavia Air PK-YTR dengan nomor penerbangan 7P-562 melakukan boarding tepat waktu dan take off pukul 20.20 WIB. Hanya saja pilot kemudian membatalkan take off karena melihat indikator di cockpit menyala, sehingga harus dibawa ke apron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai prosedur, saat berada di apron, mesin dihidupkan dan pilot meminta mencoba dengan full power. Pesawat yang tidak berpenumpang itu ditarik kembali ke ujung landasan dan dilakukan test engine.
"Semua prosedur itu semata-mata dilakukan untuk pemenuhan keselamatan penerbangan," jelasnya.
Menurut Eddy, dalam peristiwa yang terjadi Selasa 3 Maret malam itu, Batavia Air telah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para penumpang. Bagi yang bersedia berangkat, dipersilakan menaiki pesawat yang telah diperbaiki itu.
Penumpang yang batal berangkat, kata Eddy, dikembalikan uang tiketnya. Sementara yang menunda keberangkatan, Batavia menyediakan penginapan dan akan diterbangkan Rabu ini.
"Pesawat telah terbang dari Pekanbaru tadi malam pukul 23.35 WIB dan telah mendarat dengan selamat di Jakarta," pungkasnya.
(irw/iy)











































