"Jika berturut-turut seperti ini maka realeasman-nya perlu diperiksa. Karena dia yang paling bertanggungjawab untuk mengeluarkan ijin apakah pesawat tersebut layak terbang atau tidak," ujar pengamat penerbangan dari ITB, Mahardi, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/3/2009).
Mahardi juga menambahkan, Batavia perlu memeriksa maintenance mengingat semua sudah ada aturannya. Bila ditaati, niscaya tidak akan terjadi masalah apapun.
Menurutnya, pesawat Batavia Air yang mengalami gagal take-of di Bandara Sultan Syarif Karim, Pekanbaru, Riau, semalam merupakan pesawat Boeing 737-200. Pesawat jenis tersebut secara umum masih layak terbang.
"Spesifikasi jenis awal dari 737. Masalahnya biasanya cuma soal kebisingan, tapi masih layak untuk terbang," pungkas Mahardi.
(her/irw)











































