"Enggak benar kalau ada kepulan asap dan percikan api. Kalau sempat mengeluarkan asap dan percikan api, pasti kita menyatakan pesawat itu tidak layak diterbangkan saat itu juga. Ini hanya mengalami kerusakan kecil di bagian mesin," ujarnya kepada detikcom, Rabu (4/3/2009).
Dedi menyebut, kerusakan pesawat tujuan Jakarta itu adalah tidak naiknya oli yang menyebabkan tidak adanya tenaga di mesin pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dedi, setelah gagal take off pada Selasa 3 Maret malam itu, pihak bandara meminta surat pernyataan kerusakan dari pilot dan teknisi Batavia. Namun, setelah diperbaiki, pesawat kembali terbang ke Jakarta.
Dia juga membantah bila para penumpang pesawat bernomor penerbangan 652 itu mengalami syok. Tidak ada pula keributan antara penumpang dengan pihak Batavia.
"Tapi memang seluruh penumpang ketika pesawat diberangkatkan malam itu juga, tidak ada yang mau naik. Rencananya pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB mereka akan diberangkatkan dengan pesawat Batavia lainnya ke Jakarta," pungkasnya. (irw/nrl)











































