Pertemuan keduanya berawal saat Joko dan istrinya bekerja di warung ayam goreng milik Sri di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. "Mereka itu pernah tinggal di kontrakan Sri. Diam-diam Joko dan Sri berpacaran," kata seorang sumber di Polda Metro Jaya, Selasa (3/3/2009).
Saat Joko dan istrinya pindah ke Meruya pun, hubungan terlarang itu tetap berlanjut. "Bahkan mereka berencana membuka usaha bubur kacang ijo bersama," kata sumber itu.
Sementara itu Kasat Jatanras AKBP Nico Afinta membenarkan soal motif pembunuhan Sri. "Benar, motifnya dendam karena korban selalu bersikap superior. Mereka itu teman tapi mesra," katanya. (ken/gah)











































