"Selalu ada kompetisi antar-bandara untuk meraih penumpang sebanyak-banyaknya. Bandara Internasional Adi Sumarmo di Solo ini berada di antara dua bandara internasional lain yang berdekatan. Bandara Solo ini punya beberapa kelebihan namun peran pengelola bandara dan pemerintah daerah dan dalam mempromosikannya adalah faktor utamanya."
Hal tersebut disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Dephub, Budhi M Suyotno, saat mendampingi Menhub dalam peninjauan pembangunan tahap akhir terminal baru Bandara Adi Sumarmo, Solo, Selasa (3/3/2009) sore. Terminal baru tersebut rencananya akan diresmikan oleh Presiden pada tanggal 7 Maret mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhub Jusman Syafii Djamal juga mendukung pernyataan Budhi. Menurutnya, jika bandara terus berbenah dan terus menambah fasilitas maka dengan sendirinya maskapai akan menambah jumlah penerbangan bagi yang sudah ada atau membuka jalur penerbangan baru yang yang belum punya rute.
"Dengan adanya perluasan area dan penambahan terminal TKI ini ke depan lambat laun akan ada penerbangan Solo ke Timur Tengah dan selanjutnya dengan beberapa negara Asia. Tadi Pak Walikota (Surakarta) sudah ada yang akan membuka rute Solo - Dubai," ujar Jusman.
Terminal baru tersebut dibangun pada areal 13.000 meter persegi. Selain dilengkapi dengan terminal pemberangkatan dan kedatangan, terminal baru tersebut juga dilengkapi terminal khusus untuk TKI dan apron yang cukup untuk sembilan pesawat berbadan lebar untuk angkutan jamaah haji. (mbr/djo)










































