Oey: Anwar Nasution Setuju Paling Keras Pencairan Dana

Sidang Aliran Dana BI

Oey: Anwar Nasution Setuju Paling Keras Pencairan Dana

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2009 15:20 WIB
Oey: Anwar Nasution Setuju Paling Keras Pencairan Dana
Jakarta - Sidang aliran dana Bank Indonesia (BI) kembali membuat posisi mantan Deputi Gubernur BI Anwar Nasution terpojok. Meski Anwar mengaku tidak terlibat dalam kasus tersebut, saksi berkata lain.  

Dalam sidang dengan terdakwa Aulia Pohan cs, mantan Kepala Biro Hukum BI Oey Hoey Tiong mengaku melihat Anwar sebagai salah satu peserta Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang paling setuju pencairan dana bantuan hukum bagi para mantan pejabat BI.

"Dalam rapat dewan gubernur yang diikutinya, tidak ada keberatan yang diajukan Pak Anwar. Justru Pak Anwar yang setuju paling keras," ujar Oey di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Oey, Anwar saat itu menyatakan setuju untuk pencairan dana selama untuk kepentingan Bank Indonesia. Selain itu, Oey juga mengaku telah mendatangi rumah Anwar bersama dengan mantan Kepala Biro BI Surabaya Rusli Simanjuntak dan Aulia Pohan.

"Saya meminta Pak Aulia untuk menjembatani pertemuan dengan Pak Anwar untuk menjelaskan masalah pencairan dana ini," jelas Oey.

Dalam pertemuan itu, Anwar menerima seluruh penjelasan yang disampaikan Oey. Namun pada akhir pertemuan tersebut, Anwar meminta Oey untuk memusnahkan dokumen-dokumen yang sudah disampaikan Oey kepada dirinya.

"Beliau meminta saya untuk memusnahkan dokumen yang menunjukkan keterlibatan beliau pada RDG bulan Maret 2003, April 2003 dan Juli 2003. Saya dan saudara Rusli mendengarnya langsung dengan jelas permintaan tersebut," kata Oey.

Hingga pukul 15.10 WIB, sidang masih berlangsung. Setelah Oey, jaksa akan menghadirkan mantan Deputi BI lainnya yaitu Maulana Ibrahim.
(nik/iy)


Berita Terkait