"Pengaturan visa kerja dan liburan memungkinkan remaja dari kedua negara yang ingin melancong dan mencari pengalaman gaya hidup dan budaya yang berbeda dan mensubsidi liburan mereka," kata Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia Senator Chris Evans di Depkum HAM, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2009).
Visa tersebut hanya berlaku bagi 100 orang selama satu tahun. Menurut Evans,
para pemohon harus memiliki syarat kesehatan dan kepribadian yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menkum HAM Andi Mattalata menyatakan, program ini penting bagi para pelajar Indonesia. Interaksi yang nantinya akan muncul, bisa menjadi bahan yang mampu mempererat hubungan kedua negara.
"Ini akan meningkatkan pemahaman bersama tentang budaya lewat persahabatan
antar manusia ini," pungkasnya.
Selain Indonesia, sebelumnya Australia juga sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah Thailand terkait perjanjian ini. Kesepakatan ini sudah dilakukan sejak 2004 di negara gajah tersebut. (mad/ken)











































