Kampanye Perlindungan Pers, sebuah organisasi non pemerintah menjelaskan pada tahun kemarin dari Januari hingga Februari 2008 tercatat 16 jurnalis tewas dalam penugasan.
"Pembunuhan terhadap jurnalis jelas berhubungan dengan situasi konflik internal," ujar sekjen lembaga tersebut, Blaise Lempen dalam pernyataan persnya seperti ditulis AFP, Selasa (3/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di Irak, Meksiko, Nepal, Rusia, Somalia, Sri Lanka dan Venezuela tercatat masing-masing dua jurnalis tewas.
Sementara di Kolombia, Kenya, Madagaskar dan Filiphina tercatat masing-masing seorang jurnalis tewas.
Semenjak tahun 2008, tercatat telah 81 jurnalis yang tewas dalam penugasan di seluruh dunia. Kampanye Perlindungan Pers pun meminta agar PBB melihat masalah ini sebagai masalah global.
(rdf/van)











































