"Masyarakatnya harus ditertibkan dulu jangan sampai masuk ke wilayah kekuasaan harimau," ujar Menhut MS Kaban saat kunjungan di Gunung Mas, Cisarua, Bogor, Senin (2/3/2009).
Menurut Kaban, pihaknya juga akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menindak para pembalak liar yang merusak tempat tinggal harimau. Hal ini akan dilakukan lewat operasi terpadu demi kelangsungan hidup harimau.
"Soal kawasan untuk harimau itu sudah dari dulu kita sosialisasikan, tapi saya dengar masih ada saja yang nyolong kayu," tambahnya.
Senada dengan Kaban, menteri lingkungan hidup Rachmat Witoelar menyatakan, sudah menyiapkan lahan khusus untuk para harimau . Hal ini sebagai bentuk tindaklanjut upaya penindakan bagi para pembalak.
"Perlu ada keleluasaan hutan supaya harimau itu tidak diganggu lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, 5 harimau sumatera di Jambi dikabarkan mati dibunuh. Warga merasa emosi karena ada beberapa warga yang tewas diterkam harimau. Hingga kini 'perang' antara warga dan harimau masih terjadi di Jambi. (mad/gah)











































