"Ada sekitar 22 persen dari seluruhnya (menteri), kalau negeri ini gagal saya minta pertanggungjawabannya," canda JK yang disambut tawa di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jl Tamansari, Bandung, Senin (2/3/2009).
JK hadir di ITB untuk menerima penghargaan Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana. Penghargaan ini diberikan atas jasa-jasa JK bagi ITB.
Menurut JK pula, dari 32 menteri yang ada, 7 berasal dari ITB, dan 4 yang hadir yakni Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Pariwisata Jero Wacik, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.
"Tinggal Ical (Menko Kesra Aburizal Bakrie) yang belum datang," ujar JK yang kembali disambut tawa.
Dengan kondisi itu, lanjut JK, hal ini membuat bangga karena kiprah kepada bangsa dan kepada pemerintahan, juga kepada dunia usaha dan profesi-profesi lain.
"Dari 6 presiden negara kita, 2 berasal dari ITB, Bung Karno dan BJ Habibie," jelasnya.
JK lalu menerangkan bila alumni ITB itu mengabdi di semua lini, ada yang di bidang energi, rakyat, sampai administrasi negara yang tidak mungkin diajarkan di ITB. Dan diakuinya memang banyak koalisi di kabinet, mulai dari partai, koalisi alumnus universitas.
"Ada Ketua alumni UI, Ketua dari Gadjah Mada, dari ITS, ada dari ITB, dan ada ketua suku dari Unhas juga ada," ujarnya yang kembali disambut senyum hadirin.
Tapi memang, ada 2 hal bidang pemerintahan yang selalu dipegang orang ITB, yang pertama bidang perhubungan, misalnya ada 7 orang menteri bidang perhubungan dari ITB.
"Kalau ada pesawat udara yang macet-macet, saya minta petanggunjawaban ITB, Itu barangkali kurikulumnya harus dievaluasi. Begitu juga dengan menteri energi. Sejak dahulu dipegang ITB, Pertamina ITB, PLN ITB tapi produksi minyak menurun terus, listrik sering padam. Mari kita bekerja bersama dan tentu ini jadi bahan evaluasi," tutupnya. (ndr/iy)











































