Dukun Bersenjata M-16 Diringkus

Dukun Bersenjata M-16 Diringkus

- detikNews
Senin, 02 Mar 2009 12:00 WIB
 Dukun Bersenjata M-16 Diringkus
Mataram - Apa hubungan senjata senapan serbu dengan praktik perdukunan? Tidak ada. Tapi di Desa Sawe, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), seorang dukun lokal memiliki dan menyimpan senjata organik jenis senapan serbu M-16. Usman (45), si dukun nyentrik itu.

Saban hari, di desanya yang jauh di pelosok kaki Gunung Tambora, Usman petantang petenteng hilir mudik membawa senjata M-16. Daerah yang berada di pelosok diyakini memberi andil dia leluasa menyimpan dan menenteng senjata mematikan itu. Sampai akhirnya polisi mencium kabar itu. Usman akhirnya diciduk Minggu (1/3/2009) kemarin di sebuah hutan di dekat desanya.

Proses penangkapan Usman berlangsung tegang. Usman tak menyerah begitu saja. Ia melarikan diri dari rumahnya ke hutan desa, saat hendak digerebek. Polisi siaga. Maklum, senjata M-16 buatan Amerika Serikat yang berada di tangan Usman bisa menyalak kapan saja. Dan jika menyalak, bisa-bisa meminta korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengerahkan anggota yang dilengkapi rompi anti peluru. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kami inginkan," terang AKP IB Dedi Januarta, Kasat Reskrim Polres Dompu, melalui sambungan telepon dari Mataram, Senin (2/3/2009).

Negosiasi di tengah kepungan polisi dengan moncong senjata mengarah pada Usman, menyebabkan sang dukun menyerah. Ia tak melawan. Dari tangan Usman, polisi menyita senjata M-16 lengkap dengan sepuluh butir peluru tajam. Usman pun digelandang ke Mapolres Dompu. Ia kini harus melupakan sejenak aksi petantang-petentengnya.

Polisi mengenakan Undang-Undang Darurat No 12/1951 yang tidak memungkinkan warga sipil memiliki dan menyimpan senjata api tanpa izin. Usman diancam hukuman 12 tahun penjara.

Kepada polisi, Usman mengaku tak hendak melakukan gaya-gaya-an. Apalagi bertujuan untuk menakut-nakuti pengguna jasa perdukunannya, agar mau membayar mahal.

"Dari mana ia memperoleh senjata dan peluru ini, kami masih melakukan penyidikan. Termasuk jika ada motif di baliknya," kata Dedi.

(asy/asy)



Berita Terkait