Wartawati tersebut, Roxana Saberi, terakhir kali menelepon ayahnya pada 10 Februari lalu. Sejak itu dia tak pernah lagi terdengar kabarnya.
"Kami belum mendengar apapun," kata ayah Roxana, Reza seperti dilansir International Herald Tribunes, Senin (2/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang dia telah membeli sebotol anggur dan orang yang menjualnya telah melaporkan dirinya dan kemudian mereka datang dan menangkap dia," terang Reza.
Para pejabat di Iran belum mengkonfirmasi penangkapan itu secara publik. Pejabat di Departemen Luar Negeri AS mengaku akan menyelidiki kasus tersebut.
Roxana merupakan jurnalis freelance yang bekerja untuk National Public Radio dan media lainnya. Wanita itu telah tinggal di Iran selama enam tahun.
"Dia menelepon dari tempat yang tidak diketahui dan mengatakan dia telah ditahan," tutur Reza mengenai telepon terakhir dari putrinya. Dikatakan Reza, Roxana telah ditahan 10 hari saat menelepon tersebut.
Pemerintah Iran telah menangkap beberapa warga Iran-Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Mereka dituduh berupaya menggulingkan rezim Iran.
Kasus paling ramai diberitakan adalah ketika Iran menangkap empat warga Iran-Amerika, termasuk akademisi Haleh Esfandiari pada tahun 2007. Keempat orang tersebut ditahan dan paspor mereka disita hingga beberapa bulan sebelum kemudian mereka dilepaskan dan diizinkan kembali ke AS. (ita/iy)











































