Presiden Yaman Batal Hadiri WIEF

Presiden Yaman Batal Hadiri WIEF

- detikNews
Minggu, 01 Mar 2009 20:06 WIB
Jakarta - Selain membicarakan peningkatan hubungan bilateral dua negara, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh juga berpamitan kepada Presiden SBY. Agendanya mengikuti World Islamic Economic Forum terpaksa batal karena ada perkembangan mendadak di dalam negeri Yaman yang menuntut
kehadirannya.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, usai pertemuan Presiden SBY danย  Presiden Ali Abdullah, Minggu (1/3/2009), di VVIP room Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.

"Ada suatu sidang kasus parlemen yang menurut undang-undang Yaman harus dihadiri Presiden. Sehingga dengan menyesal Beliau harus kembali lagi ke Yaman," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit, Presiden SBY menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasih pada Presiden Ali yang telah berupaya datang ke Indonesia. Hubungan bilateral RI-Yaman akan digalakkan terutama dalam perdagangan dan kerjasama di bidang kelapa sawit.

"Presiden SBY juga berharap komisi bersama antara Indonesia dan Yaman dapat terus digalakkan," tambah Dino.

Presiden Ali Abdullah Saleh tiba di Indonesia pada Sabtu, (28/2/2009). Kunjungannya ke Indonesia dalam rangka mengikuti gelaran ke-5 World Islamic Economic Forum yang akan berlangsung pada 2-3 Maret 2009 di Jakarta.

Selain Presiden Yaman, WIEF ke-5 sejumlah pemimpin negara dan pejabat tinggi negara lain akan hadir. Di antaranya PM Malaysia, PM Maroko, Crown Prince and DeputyRuler of Ras al-Khaimah Emirate; Sekjen OKI serta pemimpin perusahaan internasional dari negara-negara di kawasan Asia, Eropa,Timur Tengah dan Afrika. (lh/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads