Jumlahnya tidak sedikit. Dari pantauan detikcom, Minggu (1/3/2009) jumlah calo itu antara 20-30 orang.
Teknik yang mereka gunakan cukup cerdas dengan 'menghadang' para pengunjung sejak dari pintu gerbang tempat acara berlangsung. Mereka menakut-nakuti pengunjung dengan mengatakan jika beli tiket masuk di loket harus antre panjang.
"Beli di sini saja cepat. Nggak perlu antre di loket, panjang, lama," rayu seorang calo.
Aksi mereka tergolong sukses. Karena selain tidak ada yang melarang usahanya, harga tiket masuk yang dipatok mereka hanya Rp 6.000. Sedangkan tiket resmi Rp 5.000.
Saat detikcom coba mencari tiket resmi di loket, memang ada antrean. Tapi tidak sepanjang yang para calo bilang karena hanya antre 3-5 orang.
Hari terakhir pameran yang digelar sejak tanggal 25 Februari ini tampak dijejali pengunjung. Tak heran para calo leluasa menangguk untung karena loket yang menjual tiket tidak membatasi jumlah pembelian.
Banyaknya pengunjung pameran inilah yang antara lain membuat lalu lintas kendaraan di kawasan Senayan padat. (gah/asy)











































