Rektor UI: Seleksi Masuk Minim Praktek Joki

Rektor UI: Seleksi Masuk Minim Praktek Joki

- detikNews
Minggu, 01 Mar 2009 14:26 WIB
Rektor UI: Seleksi Masuk Minim Praktek Joki
Jakarta - Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rusliwa Somantri, memastikan Seleksi Ujian Masuk (SIMAK) UI minim kecurangan. Kemungkinan adanya praktek joki pun dipastikan sangat kecil.

"Joki di SIMAK UI ini sangat kecil kemungkinannya," kata Gumilar Rusliwa Somantri dalam jumpa pers di Kafe Dedaunan, Kebon Raya Bogor, Jabar, Minggu (1/3/2009).

Hal itu, lanjut Gumilar, karena pihaknya telah melakukan beberapa prosedur yang menyulitkan bagi para joki untuk melakukan aksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua pendaftar harus men-scan foto terlebih dahulu pada saat pendaftaran, dan saat ujian, foto akan disamakan dengan perserta," papar Gumilar.

Gumilar menambahkan, praktek perjokian juga dapat diketahui dari pola-pola jawaban yang dilakukan oleh para joki.

"Belum lagi saat daftar ulang, akan dicek ulang foto yang bersangkutan. Dan bila ada kecurigaan, kita akan cek ke sekolah-sekolah terkait," ungkapnya.

"Jika ada joki yang tertangkap, UI akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti joki tersebut," tegasya.

Orang Cacat

Dalam kesempatan yang sama, Gumilar menyatakan kampus yang dipimpinnya sangat terbuka bagi penyandang cacat (difable). UI, katanya, tidak menghalangi para penyandang cacat untuk bisa kuliah di kampus kuning tersebut.

"Karena kita konsisten untuk memberi akses ke semua orang. Kami tidak keberatan untuk terima difable. Tahun lalu juga ada sekitar 5 orang difable yang masuk UI, itu juga dapat beasiswa," katanya.

Gumilar menambahkan, pihaknya juga tidak menghalangi kalangan yang tidak mampu untuk belajar di UI.

"Yang tidak punya uang, juga dijamin 100 persen bisa masuk UI. Bahkan tidak menutup kemungkinan diberikan beasiswa bagi program S1 reguler," pungkasnya.

(lrn/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads