Seperti dilansir Reuters, Minggu (1/3/2009), Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar mengatakan pihaknya telah membatalkan surat keputusan izin bersyarat tersebut pada 16 Februari lalu.
Ia mengakui pemberian izin bagi umat kristiani untuk menggunakan nama 'Allah' sebagai penggambaran Tuhan dalam publikasinya adalah sebuah kesalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai oposisi Islam Malaysia dan sejumlah mahasiswa Muslim mengeluhkan izin penggunaan nama 'Allah' yang sebelumnya diberikan pada awal bulan lalu.
(lrn/asy)










































