"Ayo bubar! Bubar!" hardik Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia Mastail, dengan sebatang sapu masih tergenggam di tangannya.
Sesaat sebelumnya sapu tersebut dia gunakan untuk memukul-mukul pagar klinik. Di pagar sepanjang hampir 4 meter itu puluhan warga yang sebagian besar remaja dan anak-anak berkerumun menyaksikan penggalian yang sedang berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berulang kali teguran itu dia lontarnya dari balik pagar. Tapi puluhan warga seolah serentak kehilangan kemampuan mendengar dan tidak kunjung mengangkat badan mereka yang menempel di pagar. Akhirnya Bu Kapolres keluar pagar dan langsung membubarkan warga.
Kebetulan saluran air yang sedang digali berada di teras bangunan klinik yang beralamat di Jl Percetakan Negara Blok A No 20, Jakarta. Celah pagar besi tempat setinggi 2 meter itu juga tidak diberi penghalang. Akibatnya mudah menjadi bahan tontonan warga.
Sampai malam ini, Jumat (27/2/2009), proses penggalian masih berlangsung. Di ruang depan klinik terlihat Atun, si pemilik klinik yang dijadikan tersangka, tidak henti-hentinya menyeka hidung dan pipinya yang berurai air mata.
(lh/ndr)











































