Aksi para tentara pemberontak tersebut telah mengubah ibukota menjadi zona pertempuran. Hingga kini lebih dari 130 perwira militer telah disandera para tentara pemberontak. Nasib mereka belum diketahui.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan 137 perwira itu. Mereka masih hilang," kata juru bicara Angkata Bersenjata Bangladesh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pos-pos pemeriksaan telah didirikan di semua rute mengarah ke luar Dhaka dan sekitar barak-barak BDR.
Tentara BDR yang menuntut peningkatan gaji menyerah setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina mengingatkan mereka tengah "bunuh diri" yang hanya akan berakhir dengan pertumpahan darah.
Akibat aksi pemberontakan ini, korban jiwa tercatat sebanyak 22 orang. Sebelumnya pejabat pemerintah Bangladesh mengatakan, korban jiwa mencapai 50 orang. (ita/iy)










































