militer asing. Nepal adalah negara yang mengincar kendaraan tempur (ranpur) ini. Sayangnya, belum ada kata sepakat.
"Mereka minta yang varian 4X4, sedangkan kita fokus dulu pada yang 6X6, "
ujar Dirut PT Pindad Adik A Soedarsono saat jumpa pers usai menyerahkan 20 panser 6x6 kepada Dephan di Kantor PT Pindad, Kiara Condong, Bandung, Jumat (27/2/2009).
Adik menjelaskan, Nepal membutuhkan panser untuk kebutuhan pasukan
perdamaian Nepal yang akan dikirim ke Kamerun untuk bergabung bersama pasukan perdamaian PBB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adik pun menjelaskan ada kendala mesin dari Renault. Mesin ranpur ini
tidak bisa digunakan sembarangan. Nomor seri mesin yang telah dipesan PT Pindad telah terdaftar akan digunakan untuk kebutuhan TNI. Tidak bisa ditukar-tukar seenaknya.
"Ada legalitas yang harus dipenuhi," jelasnya.
Namun PT Pindad tetap berharap Indonesia bisa dikenal sebagai negara
penghasil panser dan Panser Anoa made in Bandung ini bisa laris di pasaran militerย dunia. Tidak kalah dengan BTR dari Rusia dan Mowag dari Swiss. (rdf/aan)











































