"Saya minta jajaran Polda Riau untuk mengusut sampai tuntaa siapa pelaku pembunuhan harimau di Riau. Siapapun pelakunya harus segera ditangkap," kata MS Kaban kepada detikcom, Jumat (27/02/2009) di Ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Dia menyebut sekalipun terjadi konflik antara manusia dan harimau di Riau, kata Kaban, bukan berarti warga punyak untuk memburu harimau lantas dibunuh. Penanganan konflik harus diberitahukan ke departemen kehutanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus pembantaian harimau sumatera ini, Kaban meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki sampai tuntas. Selain menyeret para pelakunya, polisi juga diharap mencari tahu di mana organ tubuh hewan langka itu dijualbelikan.
Kaban juga mengatakan, bukan tindak mungkin ada pihak-pihak yang memanfaatkan konflik warga dengan hewan buas ini. Sebab bagian-bagian tubuh harimau memang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
"Tidak hanya pelaku pembunuhan harimau saja yang harus diusut. Pihak kepolisian juga harus menyeret penampung organ tubuh harimau dari hasil pembantaian yang terjadi di Riau. Ini persoalan serius," tegasnya. (cha/djo)










































