"Saya pikir benar, Menteri Urusan Perempuan lebih baik ditiadakan," kata Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam talk show 'Perempuan Sebagai Agen Perubahan' di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (27/2/2009).
Istri Sri Sultan Hamengku Buwono X itu mengatakan, kebijakan Menneg PP selama ini belum dapat memuluskan langkah perempuan untuk maju. Masih banyak hal yang menghambat perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat Hemas juga didukung oleh ekonom Faisal Basri. Menurutnya, keberadaan Menneg PP justru membuat posisi perempuan Indonesia termarginalisasi.
"Saya tidak tahu apa yang dilakukan menteri. Kok seolah-olah hanya mengurusi persoalan kekerasan dalam rumah tangga," katanya.
"Semoga Presiden ke depan tidak mewajibkan adanya Menneg PP karena kalau tetap ada dan seperti ini maka dalam 20 tahun ke depan perceraian akan naik 20 kali lipat, anak-anak single parent akan naik 40 kali lipat dan anak-anak tanpa ayah akan naik 10 kali lipat," lanjut mantan bakal calon Gubernur DKI Jakarta itu. (ken/nrl)











































