17 dari 20 Panser itu berjenis panser pengangkut pasukan (Armor Personal Carrier), 2 kendaraan jenis komando dan 1 unit ambulans. 20 Panser merupakan bagian awal dari nota kerjasama Dephan dan PT Pindad untuk pengadaan panser produksi dalam negeri.
Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda Eris Herryanto di PT Pindad Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, nilai kontrak untuk 154 panser sebesar Rp 1,129 triliun. Dana diambil dari APBN. "Panser ini telah diuji dan dicek, layak digunakan. Kami telah melakukan uji statis dan dinamis panser-panser ini," ujarnya. (aan/nrl)











































