Maaf ini diutarakan Williamson dalam suratnya yang ditujukan ke Vatikan yang dirilis kantor berita Vatikan, Roman Katolik seperti dilansir dari AFP, Jumat (27/2/2009).
"Melihat konsekuensinya saya menyatakan penyesalan dengan sangat dalam telah mengeluarkan pernyataan itu," ujar Williamson dalam surat sesampainya dia di Inggris dari Argentina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga meminta maaf kepada para arwah korban Holocaust. Sebelumnnya Williamson menjadi menebar kontroversi setelah mengatakan penyangkalannya pada peristiwa Holocaust dalam TV Swedia, Januari 2009 lalu.
"Tidak ada Yahudi yang terbunuh dalam kamar gas. Itu semua bohong, bohong, bohong," tukasnya saat itu.
Dia yakin 200 ribu sampai 300 ribu orang kaum Yahudi tewas dalam kamp konsentrasi Nazi, bukan dalam kamar gas. Kendati minta maaf, Williamson masih menolak untuk mencabut pernyataannya itu.
Gara-gara pernyataan itu, pada Kamis 19 Februari 2009 lalu, Pemerintah Argentia memberi waktu 10 hari bagi Williamson untuk keluar dari negaranya. Pernyataan itu mengejutkan warga Argentina, warga Yahudi dan semua umat manusia. Di Argentina, Williamson tinggal dalam seminari yang dijalankan Katolik ultrakonservatif kelompok Santa Pius X. (nwk/ddt)











































