"Saya menyamar sebagai pasien dengan nama Siti Suleha. Saat diminta KTP, saya bilang nggak ada. Saya kasih alamat ngarang aja," ujar Kapolsek Johar Baru Kompol Theresia Mastail di Klinik Dr Abdullah di Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2009).
Menurut Theresia, ketika dalam penyamaran dirinya dimintakan administrasi sebesar Rp 100 ribu. Setelah menunggu 10 menit, dirinya diminta untuk masuk ke ruang ultrasonografi (USG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di ruang tengah pas keluar ada si Atun (pemilik klinik), kemudian dia kaget. Karena dia sudah kenal saya. Dari situ sudah mulai kacau. Terus saya telepon anggota," jelas Theresia.
Rupanya Theresia pernah memeriksa Atun terkait praktek di kliniknya. Saat itu Atun mengaku, di kliniknya tidak melayani permintaan aborsi.
"Dia dulu sumpah-sumpah nggak ada praktek aborsi," tambahnya.
Klinik yang berlantai 3 itu memang sudah dirancang untuk memberikan keamanan bagi para pasien. Satu kamera CCTV terpasang di depan pagar setinggi 3 meter di depan bangunan itu.
Saat menggerebek tempat tersebut bahkan dokter sempat melarikan diri dari kejaran aparat.
"Dokter sempat kabur ke genteng rumah tetangga. Di situ ada jalan, sudah disiapkan betul kalau ada petugas yang masuk," tandas Theresia. (ddt/nwk)










































