Pembantaian seekor harimau itu merupakan bentuk balas dendam warga Kecamatan Pelasiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. MenurutΒ seorang warga kepada detikcom, Kamis (26/02/2009), harimau itu sengaja diburu warga dengan cara memasang jerat. Setelah masuk jerat, lantas harimau dibunuh dan dikuliti. Bagian tubuh lainnya diperjual belikan.
"Harimau itu sangat besar sekali. Dia masuk jerat dua hari yang lalu. Harimau itu dikuliti oleh warga. Rencananya bagian tubuhnya akan mereka jual," kata warga yang enggan disebutkan namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, bahwa harimau yang mati dijerat itu, merupakan harimau yang beberapa hariΒ lalu menyerang dua warga yakni Toni dan Mamad. Dua warga itu diserang harimau saat membersihkan perladangan mereka.
Atas kasus dua orang yang diserang harimau itu,beberapa hari kemudianΒ Β warga setempat sengaja membuat jerat.Β Usaha warga untuk menangkap harimau itu pun berhasil. Dengan penuh rasa dendam warga lantas menghabisi nyawa satwa langka itu.
Dihubungi terpisah,Direktur Eksekutif Walho Riau, Johny S Mundung, menyatakan hal yang sama. Dia juga menyatakan, pembantaian hewan langka tersebut sangat disayangkan.
"Pembantaian harimau itu sangat kita sayangkan. Apapun alasannya harimau harus dilindungi. Kami meminta pihak kepolisian untuk mengusut pelaku pembantaian harimau sekaligus menyita barang buktinya," kata
Johny menduga ada motif ekonomi dibalik pembantaian tersebut. Karena hampir seluruh organ tubuh harimau bernilai tinggi. "Jangankan kulitnya, kotorannya saja dicari orang. Aparat diminta untuk jeli dalam mengusut kasus ini secara objektif. Kasus ini jangan dibiarkan saja, nanti bisa habis harimau kita dibantai warga," kata Johny. (cha/djo)











































