Namun aksi tersebut telah berakhir setelah pemerintah berjanji akan memberikan amnesti bagi pasukan yang terlibat pemberontakan. Para tentara yang memberontak mulai meletakkan senjata mereka.
"Hampir 50 orang tewas dalam pertarungan sporadis di markas besar Bangladesh Rifles (BDR)," kata Mohammad Quamrul, pejabat pemerintah Bangladesh kepada wartawan di Dhaka seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (26/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah kemudian merespons dengan mengirimkan pasukan ke kompleks BDR. Kemudian Menteri Dalam Negeri Sahara Khatun melakukan pembicaraan dengan para pemimpin pemberontakan untuk meredakan situasi. Setelah itu para pemberontak setuju untuk meletakkan senjata mereka. (ita/iy)










































