Mereka meminta agar pemerintah memulangkan jenazah para pejuang Dwikora yang gugur di medan tempur.
"Ada 168 jenazah rekan kami yang belum bisa kembali ke Tanah Air," ujar Ketua Ikatan Keluarga Eks Tawanan Pejuang Dwikora, Kolonel Marinir (Purn) W Siswanto, usai peresmian Monumen Trikora dan Dwikora di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Siswanto, pemerintah dulu pernah membuat tim untuk menyelidiki dan memulangkan jenazah para pejuang Dwikora. Namun, dengan alasan menjaga hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia, tugas tim ini tidak dilanjutkan.
Siswanto menjelaskan, rekan-rekannya tersebar di wilayah Kalimantan Utara, Singapura dan sepanjang perbatasan Malaysia. "Termasuk satu Hercules yang hilang di laut," sambungnya.
Siswanto pun berterimakasih karena Presiden SBY dan Panglima TNI karena menghargai jasa pahlawan dengan mendirikan monumen ini. Namun dia tetap berharap suatu saat rekan-rekannya bisa dimakamkan dengan layak di Taman Makam Pahlawan (TMP).
"Baru Usman dan Harun (pahlawan Dwikora) yang dimakamkan," kata Siswanto. (anw/nrl)











































