Riset terbaru dari Universitas Johns Hopkins menyimpulkan bahwa asupan vitamin D yang lebih besar mengurangi kemungkinan Anda meninggal dini.
Hasil sejumlah studi juga menunjukkan, kekurangan vitamin D meningkatkan risiko kematian hingga 26 persen. Vitamin D juga mengurangi tingkat kematian dari hampir semua jenis kanker termasuk kanker payudara, usus dan prostat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Fowler kerap melakukan skrining untuk vitamin D selama memeriksa pasiennya. Tes darah yang simpel bisa mengecek level vitamin D yang harus mencapai 30 nanogram per milimeter atau lebih.
Dikatakannya, orang yang kekurangan vitamin D bisa mengalami nyeri otot. Bahkan kekurangan vitamin D yang parah dan berlangsung lama bisa memicu penyakit rakhitis, pelemahan dan kerapuhan tulang.
"Ini bukan hal untuk dianggap main-main," kata Dr Fowler seperti dilansir harian News.com.au, Kamis (26/2/2009).
Seperti diketahui sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Jadi makanan dan suplemen umumnya dipandang sebagai sumber terbaik vitamin D.
Untuk meningkatkan asupan vitamin D, makanlah lebih banyak makanan yang kaya vitamin D seperti ikan tuna, salmon, sereal, kacang-kacangan, jus jeruk dan susu. Bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin D-3 seperti cholecalciferol.
(ita/iy)











































