Penemuan mayat dalam peti kayu tersebut memang membuat geger warga setempat. Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, TKP yang berada di pinggir jalan itu dipenuhi warga yang penasaran dengan korban.
Melihat antusias warga, polisi pun memberikan kesempatan sejumlah orang untuk melihat. Polisi berharap mereka mengenali korban sehingga memudahkan pengungkapan kasus ini. Sayangnya tidak satu pun warga yang mengaku kenal dengan korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga sempat mendatangkan anjing pelacak ke TKP. Setelah membaui pakaian korban, hewan terlatih itu berjalan menyusuri perkampungan warga. Namun hingga beberapa ratus meter dari tempat kejadian, tidak ditemukan petunjuk yang berarti. Pencarian dengan anjing pelacak pun dihentikan.
Polisi kemudian membawa mayat tersebut ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk penyelidikan lebih lanjut.
Seperti diberitakan sebelumnya, mayat dalam peti kayu ini pertama kali ditemukan oleh Nemat, ketua RT setempat. Peti itu teronggok di sela-sela ilalang di tepi jalan, sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (26/2/2009). Penemuan mayat ini langsung membuat geger warga setempat.
Mayat wanita itu diduga dihabisi sekitar subuh karena saat ditemukan belum kaku. Mayat tersebut memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut ikal pendek, memakai celana jeans dan kaos putih. Usianya diperkirakan sekitar 40 hingga 45 tahun. (djo/djo)











































