Para pejabat Iran dan Rusia turut menyaksikan dimulainya uji coba pembangkit nuklir tersebut di Bushehr pada Rabu, 25 Februari waktu setempat. Rusia memang telah terlibat dalam pembangunan pembangkit nuklir di Iran selama 14 tahun terakhir.
"Sesuai jadwal, uji coba bisa berlangsung antara empat dan enam, tujuh bulan," kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Gholam Reza Aghazdeh pada konferensi pers di Bushehr.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, Iran saat ini juga terus melakukan aktivitas pengayaan uranium. Padahal Iran telah didesak internasional untuk menghentikan proses pengayaan uranium.
Iran telah berulang kali menolak seruan oleh Dewan Keamanan PNN untuk menghentikan pengayaan tersebut. Meskipun tiga rangkaian sanksi telah dijatuhkan pada Iran atas penolakannya itu.
Negara-negara Barat yang dimotori AS mengkhawatirkan program nuklir Iran tersebut dimaksudkan sebagai upaya terselubung untuk memproduksi senjata nuklir. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit listrik.
(ita/iy)











































