"Ini gabungan tradisi layanan Hotel Indonesia dan kemewahan modern yang menjadi ciri khas Kempinski," kata General Manager HIK, Gerhard Mitrovits, di HIK, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2009).
Sebagai warisan masa lalu, sisi historis sangat terasa di hotel lima ini. Saat memasuki lobi utama, terdapat patung Dewi Sri yang masih dipertahankan. Patung karya Trubus tersebut
sudah dipajang sejak Bung Karno masih memimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ruangan tersebut difungsikan sebagai lounge and bar," kata Endang Asri, staff hotel yang mengantar keliling para wartawan.
Berkeliling lagi, selera sang Marhaen sangat terasa pada lukisan Lee Man Fong berjudul "Flora Fauna".
Lukisan sekitar 6x2 meter menggambarkan kekayaan flora dan fauna Indonesia dan digantung di atas pintu masuk ballromm utama. "Lukisan ini ditaksir mencapai Rp 5 miliar," ujar Endang.
Selain koleksi seni Bung Karno, turut dipajang sejumlah fotonya. Ada foto Bung Karno berpose bersama John F. Kennedy dan juga para penari Bali.
Semuanya menggugah selera masa lalu yang mempesona terutama saat ia berpose dengan Marlyn Monroe.
"Dan semua pengabdian diuntukkan bagi keagungan bangsa. Dan semua kelelahan diuntukkan bagi kemuliaan manusia," kata Endang sambil membaca puisi Soekarno yang dipajang di lobi hotel. (Ari/aan)











































