Belanja di Jerman, Anggota DPR Dibuntuti Mahasiswa RI

Pejabat Gila Belanja

Belanja di Jerman, Anggota DPR Dibuntuti Mahasiswa RI

- detikNews
Rabu, 25 Feb 2009 14:45 WIB
Belanja di Jerman, Anggota DPR Dibuntuti Mahasiswa RI
Berlin - Kalau orang swasta shopaholic, jelas tak soal. Lain perkara jika yang doyan belanja itu pejabat negara. Sanksi sosial bisa berlaku: dikuntit!

Seperti yang terjadi pada rombongan anggota DPR RI pada 2006 silam. Saat anggota rombongan belanja ke tempat mewah, mahasiswa Indonesia menguntit mereka.

Kisah ini disampaikan aktivis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Berlin, Jerman, Azman Muchtar, melalui surat elektronik kepada detikcom, Jumat (10/11/2006).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lulusan Master Globalisasi dan Kebijakan Industrial, Universitas Kassel & Fachohschule fur Wirtschaft (FHW) Berlin ini mengungkapkan peristiwa yang terjadi pada 9 November 2006.

Saat itu beberapa anggota Komisi V DPR berada di Berlin, Jerman dalam misi studi banding dalam rangka pembuatan UU Perhubungan (Perkeretaapian).

"Pukul 15.00, beberapa mahasiswa yang tengah membeli keperluan musim dingin mengenali mereka dan menguntit mereka saat bermaksud berbelanja di pusat perbelanjaan termewah di Berlin KaDeWe, tempat di mana mantan Presiden Soeharto berbelanja ketika berkunjung ke Jerman," tuturnya.

Setelah itu beberapa mahasiswa yang mewakili PPI Berlin mencoba mencegat mereka di tempat menginap di Hotel Hilton Berlin. Mahasiswa yang datang sejak pukul 20.30 malam akhirnya berhasil mencegat anggota DPR pukul 21.45 saat mereka memasuki hotel.

Ada 7 anggota Komisi V DPR dan beberapa personel dari Departemen Perhubungan yang mengikuti studi banding di Berlin. Namun dalam pertemuan dengan mahasiswa, hanya 3 wakil rakyat yang ikut, yakni Akhmad Muqowwam dari Fraksi PPP selaku ketua Komisi V DPR, Darul Siska dari Fraksi Partai Golkar, dan seorang wakil dari Fraksi PDIP.

"Ketika ditanya apa saja yang mereka beli, Akhmad Muqowwam mengelak berada di tempat itu. Dia katakan, saat itu anggota DPR sedang berada di gedung Parlemen Jerman dan selanjutnya meninjau Bombardir, pabrik perakitan kereta api. Dia menampik berada di kompleks perbelanjaan tersebut, meskipun sebelumnya beberapa anggota lainnya terlanjur mengakui berada di tempat tersebut," beber Azman.

Jadi, anggota DPR mendatang memang perlu hati-hati untuk belanja-belanja, bisa-bisa Anda dikuntit sesama WNI. (nrl/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads