"Tidak ada aktor intelektual dalam demo itu," tegas lulusan terbaik Akmil 1970 itu.
Penegasan ini disampaikannya seusai "diinterogasi" selama 30 menit oleh tim investigasi insiden Sumut DPR-RI. "Interogasi" siang ini berlangsung di ruang sidang Komisi III DPR, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
Kepada wartawan yang mencegatnya, pria kelahiran Tapanuli, 28 September 1947 ini menjelaskan dirinya sebatas menyampaikan apa yang diketahuinya. Dia mendesak tim investigasi juga meminta keterangan jajaran DPRD Sumut.
"Agar fair dan proposional, DPRD Sumut juga harus dipanggil. Jangan cuma gubernur dan tokoh nasional asal Tapanuli," gugatnya.
Selain Luhut, tim investigasi juga memintai keterangan yang sama dari Letjen (Purn) TB Silalahi. Hingga kini "interogasi" terhadap tokoh asal Tapanuli yang menjadi anggota Wantimpres itu masih berlangsung.
(lh/iy)











































