Alkisah, suatu ketika Amelia menguangkan Global Tax Refund (GTR) di Schipol, Belanda. GTR adalah pajak barang dan jasa. Turis asing berhak untuk meminta pengembalian GTR yang dikenakan saat turis hendak kembali ke negara asal. Tiap negara memiliki besaran GTR yang berbeda.
Nah di situlah Amelia bertemu dengan," seorang anggota dewan yang terhormat -- bersama selingkuhannya tentu," tulis Amelia di bukunya yang juga hendak difilmkan, Mis Jinjing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain anggota DPR, anak-anak dan remaja Indonesia yang tajir juga jago belanja branded items. "Coba saja lihat kelakuan mereka saat weekend di Singapura. Sasaran mereka Zara, Mango, Topshop, Bebe. Mereka (selalu bergerombol) tidak hanya membeli 1 piece per orang, tapi tiap orang beli banyak...nyak...nyak...," cerita ibu 3 putra ini.
Berburu merek mahal juga dilakukan di Jakarta. Suatu ketika Amelia menghadiri sale Bottega Benneta di Senayan City. Tas-tas sederhana tapi keren dibanderol Rp 40 juta dan saat diskon, tas tersebut laris diborong seperti membeli kacang goreng.
"Pembelinya banyak yang bukan orang Jakarta, tetapi terdengar logat Jawa Surabaya, Medan dan Palembang. Jadi bukan orang Jakarta saja yang gila belanja, orang daerah juga tidak boleh dipandang sebelah mata daya belinya," ujar Amelia.
(nrl/iy)











































