Murdoch tak lain adalah pemilik New York Post. Dalam pernyataannya, Murdoch mengatakan dirinya "secara pribadi meminta maaf kepada setiap pembaca yang merasa tersinggung dan bahkan terhina".
Demikian seperti dilansir harian News.com.au, Rabu (25/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartun kontroversial itu menggambarkan seekor simpanse yang tewas ditembak oleh polisi setelah melukai seorang wanita di Connecticut. Kartun itu dituding menyamakan Obama dengan simpanse tersebut. Sebab dalam kartun itu, seorang polisi memandangi simpanse tersebut sembari berkata: "Mereka harus menemukan orang lain untuk menulis rancangan stimulus berikutnya."
Belum lama ini ratusan orang telah berdemo di depan kantor New York Post dan menuntut penutupan media tersebut. Buntutnya, koran tersebut kemudian menulis permintaan maafnya di editorial edisi onlinenya. (ita/nrl)











































