Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, dalam Diskusi Pariwisata dan Peluncuran Buku "Solusi Pariwisata Indonesia" di kantor Yayasan Solusi Bangsa, Jl Purnawarman, Jakarta, Selasa (24/2/2009).
SB juga mengatakan, belum ada partai politik, bahkan presiden, yang menempatkan pariwisata sebagai prioritas. Padahal bila ditangani secara serius, sektor ini dapat menjadi penghasil devisa terbesar negara. Apalagi
kemajuan pariwisata, juga akan berdampak pada kemakmuran masyarakat di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SB menilai, sudah saatnya sektor pariwisata dijadikan prioritas. Hal ini mengingat sudah cukup banyak potensi pariwisata Indonesia diam-diam ‘dicuri’ oleh negara tetangga.
"Indonesia itu lebih indah dan lebih banyak pilihan pariwisatanya dibanding Malaysia. Tapi mengapa Malaysia menjadi tujuan pariwisata paling tinggi secara regional," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR RI Joko Santoso mengatakan, kesalahan pemerintahan yang lalu-lalu adalah memiliki paradigm bahwa pariwisata adalah departemen yang mengeluarkan biaya (cost). Tak heran Departemen Pariwisata berada di bawah Menko Kesra.
"Padahal sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai industri yang menghasilkan uang, jadi lebih tepat berada di bawah naungan Menko Ekuin," ungkapnya. (djo/djo)











































