"Sebelum operasi, saya BAB normal, " kata korban, Sisi A. Chalik kepada wartawan di sekretariat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Ikafe) Universitas Jayabaya, Jl Pancoran Barat Nomor 33A, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2009).
Pada pertengahan Mei 2000, Sisi menjalani operasi pengangkatan tumor di RS BH di kawasan Jaksel oleh dokter AS. Pasca operasi perlahan-lahan muncul lobang sebesar bolpoint di dinding perut. Gadis warga Bandung itu pun lalu memeriksakannya ke sejumlah dokter
"Semuanya bilang lobang ini akibat usus di sebelah kiri atas pusaryang terbeset saat operasi. Memang tak merasa sakit, tapi isi perut keluar dengan sendirinya. Bahkan sampai kentut sekali pun. Anus masih berfungsi tapi tak maksimal ," kisah perempuan berambut sebahu itu dengan menangis tak henti-hentinya.
Sejak itu Sisi berjuang menggugat dokter AS atas mal praktek dalam operasi pengangkatan tumor. Baik lewat jalur hukum dengan bantuan teman-temannya di FISIP Ubaya atau pun organisasi keprofesian.
Pada 2 Maret 2009 mendatang majelis hakim PN Jaksel akan memutus perkaranya secara perdata. Namun paling tidak hingga saat itu, pihak keluarga korban telah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah agar Sisi dapat kembali BAB secara normal.
(/lh)











































