Sekitar 5 orang anggota Polda DIY tiba di rumah Wawan di Dusun Dongkelan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (24/2/2009). Tak lama berselang, datang lagi beberapa orang anggota Labfor Polda DIY.
Para petugas tersebut memeriksa berbagai sudut bagian dapur rumah Wawan dengan teliti. Sebab memang di bagian itulah ledakan yang diduga berasal dari bahan kimia terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alat yang digunakan korban untuk menumbuk bahan kimia mental sejauh 200 meter. Alat itu jatuh di rumah Bu Yopika," kata seorang petugas bernama Mujiono.
Seperti diketahui, ledakan keras terjadi di rumah Wawan sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (23/2/2009). Akibat peristiwa itu dua orang ibu dan anak, yakni Ny Waginem (60) dan Utami (32) mengalami luka parah. Keduanya kini masih menjalani perawatan secara intensif di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap Wawan. Pria ini sehari-hari bekerja di laboratorium kimia di Universitas Gadjah Mada (UGM). Wawanlah yang meminta kedua korban yang saat ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta itu untuk menumbuk bahan kimia. (djo/djo)











































