"Sudah berangsur normal. Sekitar 80 persen papan jemuran sudah penuh," kata salah satu pengurus paguyuban nelayan di Muara Angke, Narwoko (38), Selasa (24/2/2009).
Terik matahari menjadi modal utama mengeringkan ikan. Setelah ikan diasini dan diasapi, ikan tersebut dijemur hingga kering.
"Bila panas, hanya butuh 3-5 hari sudah kering," ujar Narwoko.
Dengan demikian, kata dia, ekonomi rumah tangga di perkampungan nelayan mulai bisa bernafas. Utang yang tumbuh akibat paceklik selama Januari mulai tertutupi.
Sarinah (35), seorang pembuat ikan asin menambahkan, harga ikan asin yang turut naik akibat kualitas ikan asin yang baik itu mendorong pendapatan keluarga terdongkrak.
"Naiknya cuma Rp 200 perak/kg. Tetapi kalau berkuintal-kuintalkan terasa sekali," kata Sarinah. (Ari/aan)











































