"Kami akan berada di jalan. Kaum perempuan dan anak-anak akan kehilangan rumah," ujar Fakhri Abu Diab, salah seorang anggota Komite Pertahanan Wilayah Silwan, seperti dikutip Reuters, Senin (23/2/2009).
Abdu Diab mengatakan, motif di balik tindakan tersebut adalah pembersihan etnis (ethnic cleansing). Israel ingin mengusir seluruh penduduk Arab dari Jerusalem secara bertahap. Menurut dia, perintah perusakan itu telah dikeluarkan dengan dalih bahwa rumah-rumah itu dibangun tanpa izin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel menganggap keseluruhan Jerusalem sebagai ibu kotanya, termasuk Jerusalem Timur dan daerah West Bank yang berdekatan yang telah mereka duduki sejak 1967. Klaim ini sebenarnya tidak diakui oleh dunia internasional.
Warga Palestina mendesak Israel membekukan seluruh aktivitas pemukiman di Jerusalem Timur dan West Bank sebelum perundingan damai bisa dilakukan. Sekitar 500.000 warga Israel tinggal di pemukiman yang dianggap ilegal oleh dunia internasional.
80 Rumah yang akan dirobohkan itu berada di daerah Silwan, Jerusalem Timur. Kebanyakan rumah itu dibangun pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Hanya sedikit di antaranya yang dibangun sebelum pendudukan Israel pada tahun 1967. (sho/Rez)










































