Eks Napi Guantanamo: Saya Mengalami Mimpi Terburuk

Eks Napi Guantanamo: Saya Mengalami Mimpi Terburuk

- detikNews
Senin, 23 Feb 2009 21:49 WIB
Eks Napi Guantanamo: Saya Mengalami Mimpi Terburuk
Jakarta - Akhirnya Binyam Mohamed (30) menghirup udara segar. 4 Tahun dia mendekam di Guantanamo, kamp tahanan Amerika Serikat (AS) di Kuba. Pria keturunan Ethiopia yang telah menjadi warga Inggris ini mengaku disiksa saat ditahan.

"Saya telah mengalami pengalaman yang tidak pernah saya temui dalam mimpi buruk saya," kata Binyam, setibanya di Inggris, seperti dikutip reuters, Senin (23/2/2009).

Dia mengaku penyiksaan atas dirinya itu sengaja dilakukan dan memperoleh izin dari pemerintah AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyiksaan adalah kata abstrak buat saya. Saya tidak pernah membayangkan bila saya menjadi korban. Sulit bagi saya memahami kenapa saya disiksa, dipindahkan dari satu negara ke negara lain. Semuanya diatur pemerintah AS," jelasnya.

Pemerintah AS setuju untuk melepas Mohamed setelah 18 bulan mendapat tekanan pemerintah Inggris. Dan dia adalah tahanan pertama yang dilepaskan setelah Presiden Barack Obama memegang tampuk kepemimpinan di negeri Paman Sam.

Mohamed ditangkap di Pakistan pada April 2002, dia selama beberapa bulan meringkuk di tahanan di Pakistan. Di sana dia juga memperoleh siksaan dari intelijen Pakistan, dengan sepengetahuan intelijen Inggris.

Dia kemudian dibawa ke Maroko oleh CIA pada Juli 2002, kembali dia memperoleh penyiksaan. Pihak Maroko membantah mengetahui penahanan ini. 

Mohamed di tahan dengan tuduhan menerima pelatihan dari al Qaeda di Afghanistan dan Pakistan. Dia juga dituding hendak meledakan kendaraan transportasi AS. Tapi semua tuduhan ini telah dibatalkan.

"Bagi saya itu adalah momen terburuk. Sebelumnya saya telah bertemu intelijen Inggris, saya telah membuka semuanya kepada mereka, tetapi apa yang terjadi, orang yang saya sangka akan menolong justru bersekutu dengan para penyiksa saya," jelasnya. (ndr/gus)


Berita Terkait