SBY Resmikan 13 Proyek di Aceh

SBY Resmikan 13 Proyek di Aceh

- detikNews
Senin, 23 Feb 2009 19:50 WIB
SBY Resmikan 13 Proyek di Aceh
Jakarta - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (23/2) meresmikan 13 proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh senilai Rp 715 miliar.

Proyek tersebut diresmikan setelah rampung dikerjakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan lembaga mitra yang telah ikut bersama membantu membangun kembali Aceh pasca tsunami 26 Desember 2004 silam.
        
Beberapa proyek yang diresmikan oleh Presiden SBY diantaranya, Taman International Aceh Thanks the World, Mesium Tsunami Aceh, Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Politehnik Aceh, Bendungan Keuliling Indrapuri, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR, dan Jembatan Krueng Keureuto Aceh Utara. 

Lalu ada Jembatan Cunda Lhokseumawe, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Aceh Tenggara, SPAM Aceh Selatan, Terminal Penumpang Tipe A Banda Aceh, Stasiun Perum Damri beserta 28 bus Damri dan Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) di Aceh.
        
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, semua proyek yang telah dibangun oleh berbagai pihak di Aceh agar dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bangunan tersebut harus dijaga dengan baik dan dipergunakan seutuhnya untuk mensejahterakan rakyat Aceh," ujarnya.
        
Ia juga meminta kepada semua pihak agar menjaga perdamaian di Aceh.

"Apa yang telah di capai hari ini harus di jaga seutuhnya. Perdamaian
merupakan sesuatu hal yang harus di jaga sebaik mungkin. Lupakan semua masa lalu," tuturnya.
         
Kepala Bapel BRR Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto saat peresmian proyek tersebut oleh Presiden SBY mengatkan, kehadiran Presiden di tengah-tengah untuk meresmikan dan meninjau proyek-proyek penting yang menjadi momen kerjasama antara berbagai pihak yang telah bahu membahu membangun kembali Aceh pasca tsunami.
        
Menurut Kuntoro, untuk membangun 13 proyek tersebut, jumlah dana yang dikeluarkan berkisar antara Rp. 715 miliar.

"Ini merupakan hasil yang dicapai oleh berbagai pihak selama empat tahun bekerja di Aceh," ungkap Kuntoro.

(lih/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads