Demikian pengakuan versi nakhoda Adi Mazwir dkk yang disampaikan kepada tim KBRI Moskow, yang menempuh perjalanan hampir 10.000 km demi memberikan bantuan kepada mereka.
"Mereka mengaku berada dalam tekanan ABK dari Cina, sehingga terpaksa melakukan perlarian, yang ternyata dianggap melanggar hukum oleh aparat setempat," ujar Koordinator Fungi Pensosbud KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikcom melalui kontak ponsel 3 menit lalu, Senin (23/2/2009) waktu setempat.
Kapal baru balik arah setelah lambungnya berlobang dan tidak mungkin melakukan perjalanan lagi. Diketahui juga bahwa kapal ini memang tidak mudah menyerah, meskipun telah mendapatkan peringatan berkali-kali.
Disebutkan, pada awal-awal pemberitaan di media setempat sempat dikabarkan bahwa kapal tersebut terpaksa ditembak, karena meninggalkan pelabuhan tanpa izin. Bahkan sempat tersiar isu bahwa kapal dimaksud melakukan penyelundupan barang ke wilayah Rusia. (es/es)











































