Insiden ini terjadi di samping Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2009) pukul 15.40 WIB.
Saat itu dua pria yang diketahui bernama Budi Sunarto (39) dan Endang Kuswanto (40) datang ke Balai Agung melalui pintu samping. Di depan metal detektor, mereka ditanya satuan polisi pamong praja (Satpol PP) yang sedang berjaga Melfa Herliyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katanya mau ke ruang Wagub. Saya tanya lagi mau ke mana? Mau ketemu Wagub kata mereka. Lalu saya tanya, ada janji belum, belum ada. Lalu mereka mengeluarkan pisau lipat dan menodongnya ke arah perut saya," jelas Melfa di pos jaga Satpol PP.
Spontan Melfa berteriak. Teriakan yang mengundang teman-temannya sesama Satpol PP. Dua pria terlihat mengenakan seragam ormas lokal di Jakarta pun digebuki, bakk! Bukk!
Pria itu diketahui berasal dari Bintara, Bekasi Barat.
Budi mengaku berniat bertemu ajudan Prijanto, Limbung. Dia pun mengaku mendapatkan pisau karena tak sengaja menemukannya di lingkungan Balai Kota.
"Saya nemu di parkiran. Tadi nancap di taman," kilahnya.
Ketika ditegaskan menemukan di parkiran atau di taman, dia pun bungkam. "Saya mau minta bantuan, anak saya sakit herpes," ujar dia.
Sedangkan rekannya Endang mengaku hanya ikut-ikutan Budi yang mengajaknya. Saat ini keduanya dibawa ke Polsek Gambir. Barang bukti yang diamankan 1 pisau lipat, 1 sepeda motor Smash bernopol B 6017 KC dan HP Nokia.
(nwk/iy)











































