Kedua petani itu Toni (32) dan Mamad (24) warga Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. "Keduanya saat ini menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS)," kata Dirut RS Puri Husada, di Tembilahan, Ibukota Inhil, Rosul Alim, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/02/2009).
Rosul menjelaskan, Toni mengalami luka cakar bagian punggung, lengan, paha dan dadanya. Sedangkan Mamad hanya mengalami luka bagian lengan kanan saja. "Toni paling parah lukanya dibandingkan Mamad. Namun Toni sekarang sudah bisa diajak bicara," kata Rosul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harimau itu langsung menyerang Toni yang lagi istirahat," kata Rosul.
Toni sempat melakukan perlawan dengan tangan kosong. Harimau itu menerkam bagian punggung, serta mencakar lengan. Toni terus berusaha melawan sekuat tenaga. "Sambil bergumul, Toni berteriak minta tolong. Dan teriakan itu didengar Maman yang langsung menyabetkan golok ke paha harimau itu," jelas Rosul.
Setelah kena bacokan, harimu ini melepas gigitannya dari Toni. Namun bukannya pergi, binatang itu malah berbalik menyerang Mamad. Harimau tersebut baru lari setelah melukai Mamad. Kedua petani malang inipun turut lari terbirit-birit.
"Pengakuan mereka, harimau itu sangat besar. Badan dan tinggi harimau itu sebesar orang dewasa," kata Rosul.
(cha/djo)











































