Informasi yang dikumpulkan detikcom menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (23/2/2009). Frangky yang sedang tidur marah karena diganggu oleh Sucipto. Dia kemudian membenturkan kepala Sucipto ke dinding kamar mandi.
Dua orang perawat yang mendengar keributan segera berdatangan. Namun ketika mereka tiba, kepala Sucipto sudah berlumuran darah. Sucipto pun kemudian dibawa ke UGD. Namun setelah beberapa jam menjalani perawatan kesehatan, pria malang itu meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bella menambahkan, Frangky dan Sucipto belum lama menjalan perawatan di RSJ Prof dr Soeroyo. Sucipto dirawat sejak Sabtu (21/2/2009). Sedangkan Frangky baru sejak Minggu (22/2/2009).
Sucipto sudah pernah dua kali dirawat di rumah sakit tersebut, yakni pada 2004 dan 2006. Dia merupakan pasien rujukan Dinkes Pemalang yang mendapatinya berkeliaran di jalan dan kerap menggangu orang lain. Bicara juga ngawur dan sering terlihat gelisah.
"Sedangkan Frengky, mengalami ganggung jiwa schizophrenia, depresi, dan mudah tersinggung. Pasien ini lebih banyak diam dan kondisinya masih belum stabil," ujar Bella.
Sebelum dirawat di RSJ tersebut, Frangky pernah memotong jari kelingkingnya sendiri. Pemuda ini mengalami gangguan jiwa dalam setahun terakhir.
"Dia belum pernah dirawat dan hanya rawat jalan di Purwokerto," jelas Bela. (djo/djo)











































